
Sangrajawalinews.my.id | Libya –
– Saif al-Islam Qadafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Qadafi, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak di kota Zintan, Libya barat. Informasi ini pertama kali disampaikan oleh koresponden Al Jazeera Arab dan dikonfirmasi oleh orang-orang yang berada di lingkaran dekat tokoh tersebut.
Menurut laporan pada Selasa waktu setempat, Saif al-Islam diyakini menjadi korban penembakan di wilayah Zintan, kota pegunungan yang selama bertahun-tahun menjadi tempat tinggalnya setelah dibebaskan dari penjara. Namun hingga kini, kronologi pasti dan motif pembunuhan masih belum dijelaskan secara resmi oleh otoritas Libya.
Kabar kematian pria berusia 53 tahun itu juga dibenarkan oleh Abdullah Othman, penasihat politik Saif al-Islam. Meski demikian, pihak keluarga belum mengeluarkan pernyataan resmi, sementara aparat keamanan Libya masih bungkam.
Menanggapi kabar tersebut, Khaled al-Mishri, mantan ketua Dewan Negara Tinggi Libya yang berbasis di Tripoli dan diakui secara internasional, mendesak dilakukannya penyelidikan mendesak, independen, dan transparan. Dalam unggahan di media sosial, al-Mishri menekankan bahwa pembunuhan tokoh sebesar Saif al-Islam berpotensi memicu ketegangan politik baru di negara yang masih rapuh pascaperang saudara.
Libya hingga kini masih terpecah antara berbagai faksi bersenjata dan pemerintahan yang bersaing, meski upaya rekonsiliasi nasional terus diupayakan melalui mediasi PBB.
Saif al-Islam Qadafi tidak pernah memegang jabatan resmi pemerintahan, namun sejak awal 2000-an ia dipandang sebagai pewaris politik de facto Muammar Qadafi. Berbeda dengan ayahnya yang dikenal keras dan konfrontatif, Saif al-Islam tampil sebagai wajah moderat dan reformis rezim Libya.
Ia memainkan peran penting dalam memperbaiki hubungan Libya dengan negara-negara Barat, termasuk negosiasi pencabutan sanksi internasional dan pembukaan investasi asing. Latar belakang pendidikannya di Eropa turut memperkuat citranya sebagai simbol perubahan di tubuh pemerintahan Libya saat itu.
Kaperwil Aceh.









