sangrajawalinews.my.id – JAKARTA — Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh sekadar diukur dari besaran angka maupun alokasi anggaran semata. Pendidikan adalah investasi paling berharga bagi masa depan seluruh generasi bangsa.
“Pendidikan bukan hanya soal angka dan anggaran, tetapi tentang masa depan generasi bangsa. Setiap rupiah yang dialokasikan harus tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Dr. H. Muhammad Kadafi dalam pernyataannya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, anggaran pendidikan yang besar tidak akan bermakna jika tidak dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan. Dana yang disalurkan harus dipastikan sampai ke sekolah, ke guru, dan ke peserta didik tanpa terpotong atau terbuang di jalur birokrasi.
“Kita harus memastikan setiap sen yang dikelola benar-benar berfungsi: meningkatkan kualitas pengajaran, memperbaiki fasilitas yang rusak, membantu anak-anak yang kesulitan, serta menjamin akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok desa,” tegasnya.
Dr. Kadafi menambahkan, kebijakan pendidikan harus lahir dari mendengar langsung suara masyarakat, bukan sekadar disusun di ruangan tertutup. Pembangunan pendidikan yang benar adalah yang menyentuh kehidupan nyata, mencerdaskan tanpa memandang latar belakang, dan membuka peluang setara bagi setiap anak bangsa.
“Keadilan dalam pendidikan berarti tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan biaya, lokasi, maupun kondisi keluarga. Itulah tujuan utama kita menyusun kebijakan dan mengawasi penggunaan anggaran,” pungkasnya.(Kaperwil Mdy)












