Strategi Kapolsek Tarokan Jaga Kondusivitas Saat Dua Rombongan Pesilat Beda Perguruan Melintas di Wilayah Hukumnya

SANGRAJAWALINEWS.MY.IDKEDIRI – Jalan protokol di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, nyaris menjadi titik temu dua arus besar rombongan perguruan silat dari perguruan yang berbeda, pada Minggu dini hari, 28 Juni 2026. Namun, sebelum perlintasan itu berubah menjadi situasi yang berpotensi memicu gesekan, jajaran Polsek Tarokan lebih dulu menata lalu lintas, mengatur ritme perjalanan, dan memastikan kedua rombongan beda perguruan melintas tanpa saling berhadapan.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., memimpin langsung personel lintas unit fungsi yang disebar di sejumlah titik rawan. Fokus utama kegiatan ini bukan sekadar mengurai kepadatan kendaraan, melainkan menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas.

Dari hasil pemetaan kepolisian, wilayah Kecamatan Tarokan menjadi jalur yang cukup krusial. Di mana, pada waktu yang hampir bersamaan, dua rombongan perguruan silat beda perguruan melintas dari arah berbeda. Satu rombongan, sekitar dengan ratusan kendaraan roda dua, bergerak dari Kediri menuju Madiun untuk menghadiri sebuah kegiatan. Sementara rombongan lainnya berasal dari Nganjuk dan tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan di Trenggalek.

“Titik yang paling kami antisipasi berada di kawasan tugu perbatasan Kediri–Nganjuk. Di lokasi itu rombongan dari Kediri melintas lebih dulu, kemudian dalam waktu yang hampir bersamaan disusul rombongan perguruan silat lainnya dari arah belakang. Situasi seperti ini harus kami kelola agar tidak terjadi pertemuan di satu titik,” kata AKP Priyo Hadistyo, Minggu (28/06)

Menghadapi situasi tersebut, jajaran Polsek Tarokan segera membangun koordinasi dengan jajaran Polres Nganjuk. Skema pengamanan pun disusun secara cepat. Rombongan pertama sempat dihentikan sementara di kawasan tapal batas Kediri – Nganjuk, sedangkan rombongan lainnya ditahan di Simpang Empat Kelurahan Pojok. Tujuannya sederhana, tetapi penting : memberi jeda agar kedua rombongan beda perguruan tidak bertemu di jalur yang sama.

Setelah komunikasi antarkepolisian berlangsung, rekayasa lalu lintas dan pengamanan dinamis ( bergerak / melekat ) diterapkan hingga seluruh rombongan dapat melanjutkan perjalanan secara bergantian.

“Langkah pengalihan rute dan pemisahan jalur ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan. Kami ingin memastikan kedua rombongan beda perguruan ini tidak bertemu sehingga potensi benturan di jalan dapat dihindari,” ujar Priyo.

Di sela pengamanan, Kapolsek juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta yang sempat tertahan akibat penyekatan tersebut. Menurut dia, penghentian sementara itu semata-mata dilakukan demi menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.

“Kami memohon maaf atas tertahannya perjalanan dulur-dulur sekalian. Langkah ini kami ambil demi keselamatan bersama dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan,” tuturnya.

AKP Priyo turut mengimbau seluruh anggota perguruan silat agar terus menjaga persaudaraan, menahan diri dari segala bentuk provokasi, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

“Marilah kita tunjukkan bahwa insan pencak silat merupakan pelopor kedamaian, menjaga persaudaraan, serta ikut menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” katanya.

Pengamanan berlangsung hingga seluruh rombongan melintasi wilayah hukum Polsek Tarokan dengan aman. Tidak ada bentrokan maupun gangguan kamtibmas yang terjadi. Kapolsek menilai, koordinasi lintas wilayah dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif pada perlintasan dua rombongan besar tersebut.

 

Pewarta : Hernowo

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *