SANGRAJAWALINEWS.MY.ID | NASIONAL – Ketua Tim PKM IAKN Kupang, Gusti Yohanis Sette, S.Sos., M.Si didampingi Drs. Benediktus Labre, M.Psi serta dua mahasiswa yakni Loudry Paskal Fernando Asbanu dan Dovansius Bolang pose bersama Lurah Niki-Niki, dan warga usai kegiatan, kemarin.
IAKN Kupang Perkuat Komunikasi Interpersonal Warga Kelurahan Niki-Niki
KUPANG – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Program Studi Psikologi Kristen menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan Komunikasi Interpersonal Untuk Mencegah Potensi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Bagi Ibu PKK dan Kader Posyandu Kelurahan Niki-Niki berlangsung tiga hari pada Senin-Rabu, (11-13/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Niki-Niki tersebut diikuti sebanyak 25 peserta yang terdiri dari ibu PKK dan kader Posyandu Kelurahan Niki-Niki. Tidak hanya peserta, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak kelurahan melalui partisipasi aktif lurah bersama seluruh pegawai Kelurahan Niki-Niki.
Tim PKM dipimpin oleh Gusti Yohanis Sette, S.Sos., M.Si selaku ketua tim, bersama Drs. Benediktus Labre, M.Psi serta dua mahasiswa yakni Loudry Paskal Fernando Asbanu dan Dovansius Bolang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan empat materi utama, yakni tentang kekerasan dalam rumah tangga, kecerdasan emosi orangtua, komunikasi efektif antara orangtua dan anak, serta praktik komunikasi dua arah dan satu arah dalam keluarga.
Ketua Tim PKM, Gusti Yohanis Sette dalam keterangan tertulisnya, Jumat, (15/5/2026) mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi pentingnya membangun komunikasi sehat dalam keluarga sebagai langkah mencegah konflik hingga potensi KDRT.
“Komunikasi interpersonal yang baik dapat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya konflik, kesalahpahaman hingga potensi kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui pelatihan tersebut para orangtua diharapkan mampu memahami cara berkomunikasi yang efektif, penuh empati serta membangun hubungan harmonis dalam keluarga.
Menurutnya, kegiatan PKM merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang melekat pada tugas dosen, yakni mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.
“Sebagai dosen kami memiliki tanggung jawab untuk berbagi informasi dan pengetahuan kepada masyarakat agar para orangtua dapat berperan menghadirkan kebahagiaan secara fisik maupun psikis bagi keluarga,” ujarnya.
Gusti juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, namun mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat di Kelurahan Amanuban Tengah.
“Kami berharap keluarga di lingkungan Kelurahan Amanuban Tengah menjadi lebih kuat, harmonis dan bebas dari kekerasan,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Niki-Niki, Erenst R. Nakamnanu, SH dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang yang telah melaksanakan kegiatan PKM di wilayahnya.
Erenst mengaku bersyukur karena Kelurahan Niki-Niki dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih karena kelurahan kami dipilih untuk mendapatkan kegiatan ini. Materi tentang pencegahan kekerasan dalam rumah tangga sangat berarti bagi masyarakat dan akan kami bawa pulang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Erenst juga memperkenalkan Gusti Yohanis Sette sebagai putra daerah yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Kelurahan Niki-Niki karena keluarganya pernah mengabdi di wilayah tersebut.
“Pak Gusti bukan orang asing bagi kami. Orangtuanya pernah mengabdi di Kelurahan Niki-Niki sebagai sekretaris lurah, sehingga kami merasa bangga beliau bisa kembali hadir untuk berbagi ilmu kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kelurahan Niki-Niki memiliki sekitar 3.000 kepala keluarga dengan kondisi wilayah yang kecil namun padat penduduk, sehingga edukasi mengenai komunikasi keluarga dinilai sangat penting.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Amanuban Tengah, Kelurahan Niki-Niki serta masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan penghargaan melalui kegiatan pelatihan ini,” katanya.
Erenst berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang agar masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan dan pembinaan.
“Harapan kami kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Kami masih membutuhkan banyak pembelajaran dan pendampingan untuk masyarakat,” tandasnya.
Ia berharap kegiatan itu dapat membantu pemerintah dalam mencegah tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang masih sering terjadi di NTT.
Sekedar tahu, acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan kerja sama Implementasi Arrangement )IA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Kupang dengan pemerintah Kelurahan Niki-Niki.







