Menembus Luka Pascabencana, PKC PMII Aceh Hadirkan Harapan bagi Warga Aceh Tengah dan Bener Meriah

Sangrajawalinews.my.id |Aceh Tengah | Di tengah puing-puing harapan yang tersisa pascabencana, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh kembali membuktikan bahwa solidaritas masih hidup. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Aceh turun langsung ke lokasi terdampak bencana di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, serta Desa Uning, Kabupaten Bener Meriah, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menghadirkan layanan pemulihan psikososial bagi anak-anak.

Selama dua hari penuh, para relawan menyusuri wilayah yang masih berjuang bangkit dari keterpurukan. Tak sekadar membawa bantuan, kehadiran PKC PMII Aceh menjadi simbol bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi masa sulit ini.

Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan dan ibadah. Anak-anak menerima perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, buku gambar, krayon, pulpen, pensil, penghapus, hingga alat belajar lainnya sebuah bekal kecil untuk menyalakan kembali semangat mereka meraih masa depan.

Sementara itu, rumah-rumah ibadah juga mendapat perhatian khusus. PKC PMII Aceh menyalurkan sajadah, mukena, sarung, sandal wudhu, hingga speaker pengeras suara untuk masjid dan musholla, agar aktivitas ibadah warga dapat kembali berjalan di tengah keterbatasan.

Namun bantuan PKC PMII Aceh tak berhenti pada logistik. Tim relawan juga menggelar layanan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana. Melalui permainan edukatif, pendampingan, dan aktivitas kreatif, para relawan berupaya menghapus trauma, menghadirkan tawa, serta menumbuhkan kembali rasa aman di hati anak-anak yang sempat direnggut ketakutan.

Ketua PKC PMII Aceh, Sahabat Teuku Raysoel Akram, menyampaikan bahwa kondisi masyarakat di lokasi terdampak masih jauh dari kata pulih.

“Kami melihat langsung bahwa masyarakat di Desa Burlah dan Desa Uning masih menghadapi kondisi yang sangat berat. Persediaan air bersih masih sangat terbatas, hunian sementara pun belum sepenuhnya rampung. Karena itu, kehadiran kami bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” ujarnya.

Ia menegaskan, PMII Aceh akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

“Kami mengajak seluruh elemen baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat luas untuk terus bergotong royong dan memberi perhatian serius terhadap pemulihan pascabencana ini. Solidaritas adalah kunci,” tambahnya.

PKC PMII Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur serta pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan bantuan. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadi bagian dari solusi, serta mengambil peran aktif dalam setiap aksi kemanusiaan di Aceh.

Di tengah duka yang masih membekas, kehadiran PKC PMII Aceh menjadi secercah harapan bahwa dari reruntuhan bencana, masih tumbuh kepedulian, persaudaraan, dan keyakinan untuk bangkit bersama.

 

Editor : Haidir Putra

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *