Diduga Kangkangi Aturan, Aktivitas Pembangunan Grand Mercure Hotel Anyer Jadi Sorotan Forwatu Banten.

sangrajawalinews.my.id – Banten – Aktivitas mega proyek pembangunan Grand Mercure Hotel yang berlokasi di Jl raya Anyer tepatnya di Kp. Pasauran 1 Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten jadi sorotan Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten). Jumat, 10/10/2025

Pasalnya, diketahui proyek yang di kerjakan oleh PT. Wijaya Kusuma Contractor (WKC) tersebut diduga menggunakan pasir laut yang berasal dari Wilayah Carita Pandeglang.

Presidium Forwatu Banten Arwan, S.Pd., M.Si., M.AP menyampaikan penggunaan pasir laut di Carita (atau di mana pun) bisa jadi pelanggaran jika tidak memenuhi persyaratan perizinan, dampak ekologis, dan sosial yang diatur oleh undang-undang, terutama setelah larangan ekspor pasir laut dicabut kembali oleh Mahkamah Agung, yang menilai kebijakan itu berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem laut.

“Pemanfaatan ruang laut, termasuk penambangan pasir laut memerlukan izin seperti Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) atau Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) yang harus sesuai dengan rencana zonasi. ” Papar Arwan.

Selain itu, Arwan juga merasa prihatin soal Alih Fungsi lahan sawah yang kini menjadi bangunan Hotel Grand Mercure Anyer, Menurutnya Banten merupakam salah satu dari lima Lumbung di Indonesia dan telah ditetapkan sebagai Lahan Sawah yang dilindungi untuk menjaga keberlanjutan pertanian, ketahanan pangan, dan lingkungan, serta dilarang dialihfungsikan menjadi penggunaan lain seperti perumahan atau industri.

“Pemerintah harus segera turun tangan melakukan evaluasi dan verifikasi meninjau kembali kajian AMDALnya sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelengaaran perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta Perpres Nomor 51 Tahun 2016 tentang batas sepadan pantai.” Tegas Arwan.

Sementara itu, Heri salah satu Pihak Pelaksana pembangunan Proyek Hotel Grand Mercure Anyer (PT. WKC) saat dihubungi Awak Media melalui pesan WhatsApp belum juga merespon.

Hingga berita ini ditayangkan awak media masih terus berupaya menemui serta menghubungi pihak PT. WKC

(Red)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *