Kabid Kelautan dan Pesisir Makassar Optimis Tingkatkan Produksi Garam dan Kawasan Konservasi
Sangrajawali news- Makassar, 6 November 2024 Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir, Dr. Ir. Abdul Muas, M.Si., mengungkapkan sejumlah pencapaian dan tantangan yang sedang dihadapi dalam upaya pengembangan program kelautan di Sulawesi Selatan. Dalam wawancara bersama media di kantornya, ia menjelaskan bahwa produksi garam rakyat di lima kabupaten, yaitu Jeneponto, Takalar, Maros, Pangkep, dan Selayar, menunjukkan lonjakan signifikan.
“Produksi garam pada tahun 2022 mencapai 34.000 ton, sedangkan tahun 2023 sudah meningkat menjadi 114.000 ton, hampir tiga kali lipat. Tahun ini, kami akan melanjutkan program pendampingan bagi petani garam untuk terus meningkatkan hasil produksi,” ungkapnya.
Selain itu, Abdul Muas menyoroti target konservasi laut seluas 840.000 hektare yang diberikan oleh Kementerian. Ia optimis bahwa target 96% realisasi kawasan konservasi dapat dicapai. “Penetapan kawasan ini bertujuan untuk menekan aktivitas ilegal seperti pengeboman ikan, yang merusak ekosistem laut,” jelasnya.
Muas juga menyinggung soal pengelolaan pemanfaatan ruang laut, termasuk teguran terhadap bangunan tak berizin di sepanjang garis pantai. “Semua pembangunan di pesisir harus sesuai aturan. Jika tidak, kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas, termasuk pembongkaran,” tegasnya.
Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga ekosistem laut dan memastikan bahwa pemanfaatan wilayah pesisir berlangsung secara berkelanjutan dan sesuai hukum.Pungkas Dr. Ir. Abdul Muas, M.Si Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir, Kota makassar.
(Kul indah) melaporkan dari makassar







