70 Persen Data Diduga Palsu Picu Polemik Publik Warga Sebut Bantuan Tahap Dua Ditunda!.

Sangrajawalinews.my.id | BENER MERIAH, Dugaan penyimpangan penyaluran bantuan bencana di Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah, semakin mencuat dan memicu perhatian publik. Temuan di lapangan mengindikasikan adanya ketidakterbukaan dalam pendataan, hingga muncul indikasi upaya menutupi fakta oleh oknum tertentu.

Saat awak media melakukan penelusuran di lokasi hunian sementara (Huntara) Desa Tunyang, seorang pria yang awalnya mengaku sebagai warga biasa mengakui mendapatkan berbagai bantuan. Namun, ia juga mengungkap adanya pemotongan dana sebesar Rp500 ribu dengan alasan untuk warga lain dan disebut sebagai uang ‘plen’ dari oknum inisial PMI. Ironisnya, setelah didalami, pria tersebut ternyata salah satu Kepala Dusun di Desa Setie yang menyembunyikan jabatannya.

Fakta ini memperkuat laporan warga yang menyebut sekitar 70 persen data yang diajukan diduga tidak sesuai dengan kondisi riil. Selain itu, ditemukan pula penerima Huntara yang rumahnya dinilai masih layak huni dan tidak mengalami kerusakan berarti, sehingga diduga merugikan negara hingga puluhan juta rupiah.

Atas berbagai kejanggalan tersebut, masyarakat mendesak agar pengajuan bantuan tahap dua ditunda dan tidak disahkan terlebih dahulu. Warga menuntut dilakukan audit serta verifikasi menyeluruh agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Sementara itu, Polres Bener Meriah menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan pengecekan langsung ke lapangan. Kasus ini menjadi sorotan serius mengingat penyaluran bantuan bencana seharusnya berjalan transparan, akuntabel, dan sampai kepada yang membutuhkan.***(CD)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *