**Aksi Damai di Depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New York City dan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Meminta Penetapan Status Bencana Nasional**

Sangrajawalinews.my.id  |  New York, Amerika Serikat – Sejumlah diaspora Aceh yang tergabung dalam Aceh Community Center (ACC) menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New York City dan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin, 5 Januari 2025 sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam aksi tersebut, massa turut mengibarkan bendera Bintang Bulan.

 

Koordinator aksi sekaligus Presiden ACC, Musdar Arsyad, mengatakan dampak bencana telah melampaui kemampuan penanganan pemerintah daerah. Menurut dia, lebih dari satu bulan pascabencana, ribuan warga masih mengungsi dan banyak fasilitas publik belum berfungsi normal.

 

“Sejumlah sekolah belum dibersihkan dan tidak dapat digunakan kembali. Akibatnya, ribuan anak terpaksa menghentikan proses belajar dan hidup dalam ketidakpastian,” kata Musdar dalam pernyataan tertulis.

 

Musdar menilai skala kerusakan lingkungan, jumlah pengungsi, serta dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan telah mencapai tingkat darurat nasional. Namun, hingga kini, kata dia, pengakuan status serta akses terhadap bantuan yang memadai belum sebanding dengan besarnya krisis yang dihadapi masyarakat.

 

Dalam aksi yang berlangsung tertib dan damai itu, peserta membawa poster dan spanduk berisi tuntutan kemanusiaan serta isu perlindungan lingkungan. Aksi berlangsung dengan pengamanan aparat setempat.

 

ACC menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Indonesia, yakni menetapkan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bencana darurat nasional; membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan internasional; serta menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lingkungan yang dinilai berkontribusi terhadap bencana berulang.

 

“Kami berharap pemerintah mengambil langkah konkret dan terukur. Jika tidak, kami akan melanjutkan advokasi damai dan melibatkan komunitas internasional hingga keselamatan dan masa depan warga benar-benar menjadi prioritas,” ujar Musdar.

****

HAIDIR PUTRA Kaperwil Aceh.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed