Polres Kediri Kota Gelar Press Release Akhir Tahun

SANGRAJAWALINEWS.MY.ID | KEDIRI KOTA – Kepolisian Resor Kediri Kota Polda Jatim menggelar press release akhir tahun 2025, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, di Gedung Rupatama Wicaksana Laghawa, pada Senin 29 Desember 2025.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakapolres Kediri Kota Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K., Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., Kasat Reskrim AKP Cipto Dwi Leksana, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Lantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H., Kasat Narkoba AKP Endro Purwandi, S.H., M.H., Kasat Samapta AKP Priyo Hadistyo, S.H., serta Kasi Humas Iptu Sundari.

Di hadapan awak media, AKBP Anggi Saputra Ibrahim memaparkan capaian kinerja Polres Kediri Kota sepanjang tahun 2025, sekaligus menyampaikan gambaran perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Kapolres menyebutkan, secara umum tren kriminalitas pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “ Total kenaikan mencapai 15 persen dibandingkan tahun 2024. Dan sejumlah jenis kejahatan mengalami peningkatan, di antaranya kasus penggelapan, penganiayaan, pencurian dengan pemberatan (curat), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor),” ujar AKBP Anggi, Senin ( 29/12 ).

Meski demikian, lanjutnya, terdapat pula beberapa jenis kejahatan yang relatif stagnan bahkan menurun, seperti prostitusi dan pelanggaran terkait BBM. Menurutnya, perubahan tren kriminalitas tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi institusinya dalam merumuskan strategi operasional ke depan.

“ Penguatan langkah pencegahan, peningkatan patroli, serta optimalisasi penegakan hukum akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri Kota,” ungkapnya.

Masih kata Kapolres, pihaknya juga mencatat keberhasilan pengungkapan kasus kericuhan aksi pada 30 Agustus 2025 lalu. Di mana dalam perkara tersebut, pihaknya menetapkan 53 orang sebagai tersangka, yang terdiri atas 34 orang dewasa dan 19 anak-anak. Meski demikian, kejahatan menonjol sepanjang tahun 2025 masih didominasi kasus penipuan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pengeroyokan.

“ Jumlah perkara di tahun 2025 memang mengalami peningkatan, namun tingkat penyelesaian kasus justru meningkat lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya lagi.

Di bidang pemberantasan narkoba, Polres Kediri Kota mencatat tren penurunan. Sepanjang tahun 2025, jumlah pengungkapan kasus narkotika turun dari 90 kasus pada 2024 menjadi 79 kasus, atau menurun sekitar 12 persen. Penurunan ini terjadi hampir di seluruh kategori tindak pidana narkoba.

Sementara itu, pada sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan mengalami kenaikan. Data Satlantas Polres Kediri Kota mencatat, kasus kecelakaan lalu lintas meningkat dari 330 kasus pada 2024 menjadi 443 kasus pada 2025, atau naik sekitar 34 persen. Jumlah korban luka ringan turut meningkat dari 452 orang menjadi 605 orang, sedangkan kerugian materiil naik dari Rp 344.800.000 menjadi Rp 412.550.000.

Namun demikian, angka fatalitas justru menunjukkan tren penurunan. Korban meninggal dunia tercatat turun dari 78 orang menjadi 70 orang atau menurun sekitar 10 persen. Korban luka berat juga menurun signifikan dari 3 orang menjadi 1 orang atau turun 66 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun intensitas kecelakaan meningkat, tingkat keparahan dampaknya dapat ditekan.

Sepanjang 2025, penegakan hukum di bidang lalu lintas juga mengalami peningkatan signifikan. Di mana jumlah pelanggaran yang berujung pada penindakan tilang melonjak hingga 96 persen, dari sekitar 6.000 tilang pada 2024 menjadi 11.584 tilang di tahun 2025. “ Selain itu, Polres Kediri Kota juga melakukan penindakan masif terhadap peredaran minuman keras (miras), dengan mencatat 372 laporan kepolisian dan mengamankan 4.861 botol miras dari berbagai lokasi,” jelasnya.

Menutup paparannya, AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan komitmen Polres Kediri Kota untuk terus meningkatkan upaya pembinaan dan pencegahan pada tahun 2026. Salah satu fokus utama adalah penguatan edukasi dan sosialisasi hukum, khususnya dengan menyasar kalangan pelajar di sekolah-sekolah.

“ Saya berharap angka kejahatan di Kota Kediri pada tahun 2026 dapat menurun. Kita semua harus mendukung program pemerintah agar Kota Kediri tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Kapolres.

 

Pewarta : Hernowo

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *