MAKASSAR, RABU (14/01/2025) – Suasana yang biasanya tenang di kawasan Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, sempat menjadi tegang bahkan hampir berkembang menjadi konflik antara dua kelompok pemuda pada hari Rabu malam. Peristiwa yang berawal dari tindakan melemparkan petasan tidak hanya membuat para pemuda dari kedua pihak saling bersitegang, tetapi juga melibatkan orang tua mereka yang khawatir akan keselamatan anak-anak serta merasa tersinggung dengan tindakan yang dianggap sebagai serangan tidak langsung.
Kronologi kejadian dimulai sekitar pukul 22.00 WIB, ketika beberapa pemuda yang berada di kawasan sebelah jalan Veteran Selatan diketahui sedang bermain dengan petasan. Tidak diketahui secara pasti apakah secara sengaja atau tidak, salah satu petasan yang meledak justru mengarah ke arah lorong pemukiman yang berada di sisi berlawanan, tepatnya di pinggir Jalan Rappocini Raya. Beberapa warga yang sedang berada di luar rumah, termasuk beberapa anak kecil yang sedang bermain di halaman depan rumah, sempat terkejut dan merasa terancam dengan adanya petasan yang datang tiba-tiba.

brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;
Dalam waktu singkat, kabar tentang adanya pertengkaran antar pemuda tersebut menyebar cepat di sekitar kawasan pemukiman. Tak lama kemudian, orang tua dari sebagian pemuda yang terlibat dalam peristiwa tersebut turut datang ke lokasi kejadian. Beberapa orang tua datang dengan tujuan untuk membela anak-anak mereka, sementara yang lain datang dengan harapan dapat menenangkan suasana dan mencegah hal buruk terjadi. Namun, kehadiran orang tua justru membuat kondisi menjadi semakin kompleks, karena sebagian dari mereka juga merasa marah dan menganggap bahwa tindakan melemparkan petasan ke arah pemukiman merupakan bentuk penghinaan serta ancaman terhadap keselamatan keluarga mereka.
Menurut keterangan dari salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, permasalahan terkait petasan tidak hanya terjadi pada hari itu saja. “Sebelumnya juga sudah beberapa kali ada petasan yang datang ke arah lorong kita dari arah selah jalan Veteran Selatan. Namun sebelumnya tidak terlalu mengganggu karena tidak mengenai tempat tinggal atau orang-orang di sini. Tapi kali ini, petasan tersebut hampir mengenai anak kecil yang sedang bermain, sehingga membuat kita semua merasa khawatir dan juga marah,” ujar warga tersebut.
Mendengar adanya kericuhan di kawasan tersebut, berbagai pihak terkait segera bergerak untuk menenangkan suasana dan mencegah konflik berkembang menjadi lebih besar. Turut hadir langsung di lokasi kejadian adalah Andi Irdan (Camat Mamajang), yang langsung mengambil inisiatif untuk memimpin proses pendamaian. Bersama dengan Kapolres beserta Jajaran, Kapolsek Mamajang beserta seluruh jajarannya, Pelda Syamsuddin (Babinsa Kelurahan Maricaya Baru), serta Ketua RW 03 dan RT 01 Kelurahan Maricaya Baru, mereka segera melakukan langkah-langkah penanganan yang tepat dan terkoordinasi.

brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2097152;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
Pihak kepolisian pertama kali melakukan langkah untuk memisahkan kedua kelompok yang mulai menunjukkan ketegangan fisik, sambil tetap menjaga sikap netral dan profesional. Kapolsek Mamajang dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa tindakan melempar petasan sembarangan di luar acara atau perayaan tertentu bukan hanya dapat menyebabkan kerusuhan antar warga, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah maupun peraturan yang berlaku di Kota Makassar tentang pengendalian bahan-bahan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kita harus menyadari bahwa petasan adalah bahan yang memiliki risiko tinggi jika tidak digunakan dengan benar. Penggunaannya yang tidak tepat tidak hanya dapat menyebabkan cedera pada diri sendiri maupun orang lain, tetapi juga dapat memicu konflik antar warga seperti yang hampir terjadi hari ini. Kita tidak ingin hal buruk terjadi akibat kesalahan yang bisa dihindari,” jelas Kapolsek Mamajang saat memberikan pengarahan kepada para pemuda dan warga yang berkumpul di lokasi kejadian.
Selain itu, Camat Mamajang, Andi Irdan, juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan serta solidaritas antar warga dalam lingkungan pemukiman. Menurutnya, semua warga yang tinggal di Kelurahan Maricaya Baru adalah saudara yang saling membutuhkan satu sama lain, sehingga tidak boleh ada tindakan yang dapat merusak hubungan baik yang telah terjalin selama ini.
“Kita tinggal berdampingan di satu kawasan yang sama, saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam berbagai hal. Oleh karena itu, setiap tindakan yang kita lakukan haruslah berpikir tentang dampaknya terhadap orang lain. Petasan seharusnya digunakan sebagai bagian dari perayaan yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan, bukan sebagai alat yang dapat menyebabkan keresahan maupun konflik,” ujar Camat Andi Irdan dengan nada yang tegas namun penuh rasa kasih sayang.
Pelda Syamsuddin sebagai Babinsa Kelurahan Maricaya Baru juga turut memberikan pengarahan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Ia mengajak para pemuda untuk lebih bijak dalam menggunakan waktu luang dan memilih aktivitas yang positif serta bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Dalam proses pendamaian tersebut, Ketua RW 03 dan RT 01 juga berperan penting dalam memberikan penjelasan terkait kondisi lingkungan pemukiman serta membantu dalam mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Mereka juga menyampaikan komitmen untuk melakukan pemantauan lebih ketat terhadap aktivitas di kawasan mereka masing-masing, serta akan melakukan sosialisasi kepada seluruh warga tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan di lingkungan pemukiman.
Setelah melalui serangkaian pembicaraan yang panjang dan penyampaian pemahaman dari berbagai pihak terkait, akhirnya suasana di lokasi kejadian mulai mereda dan dianggap kondusif.
Setelah memastikan bahwa suasana sudah benar-benar aman dan tidak ada potensi kericuhan lagi, Ketua LPM (Lembaga Permusyawaratan Masyarakat) Kelurahan Maricaya Baru yang juga turut membantu dalam proses pendamaian tersebut, secara resmi mengajak dan menganjurkan seluruh warga yang berkumpul di lokasi kejadian untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tetap menjaga kedamaian serta sikap saling menghargai satu sama lain.
“Kita semua telah melihat betapa berbahayanya jika kita tidak dapat mengendalikan emosi dan bertindak secara tidak bijak. Mari kita jadikan peristiwa hari ini sebagai pelajaran berharga untuk kita semua, bahwa keharmonisan antar warga adalah sesuatu yang sangat berharga dan harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Saya mengajak semua warga untuk kembali ke rumah masing-masing, dan jika ada masalah atau kekhawatiran, silakan menghubungi pihak RW, RT, atau LPM agar dapat kita selesaikan dengan cara yang baik dan damai,” ujar Ketua LPM tersebut.
Sampai saat ini, kasus terkait adanya petasan yang menjadi pemicu kericuhan tersebut masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian bersama dengan pihak terkait lainnya. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui asal-usul sebenarnya dari petasan yang digunakan, siapa saja yang terlibat secara langsung dalam melemparkan petasan tersebut, serta apakah ada unsur sengaja atau tidak dalam peristiwa tersebut. Pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat untuk mendapatkan klarifikasi yang jelas dan akurat tentang peristiwa yang terjadi.
Selain itu, pihak pemerintah kecamatan dan kelurahan juga akan melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa depan.
Kini situasi di kawasan Kelurahan Maricaya Baru telah kembali normal, dan warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang. Semua pihak berharap bahwa peristiwa yang hampir menyebabkan konflik tersebut tidak akan terulang lagi di masa depan, dan keharmonisan serta keamanan di lingkungan pemukiman dapat terus terjaga dengan baik untuk kesejahteraan bersama seluruh masyarakat.
Redaksi : SINARPIN DN TINRI






