KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), terus memperkuat layanan pra-purna angkutan Crude Palm Oil (CPO) sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis keterminalan dan integrasi rantai pasok komoditas strategis. Sejak mulai diimplementasikan pada Mei 2026, layanan ini telah mencatatkan volume sekitar 62 ribu ton hingga Triwulan III 2026, dengan realisasi sebesar 33.782 ton sepanjang Triwulan III.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan, “Capaian volume pra-purna angkutan CPO ini menjadi langkah positif dalam pengembangan bisnis KAI Logistik, khususnya dalam memperkuat integrasi layanan logistik dari hulu hingga hilir. Kami melihat bahwa kebutuhan industri tidak hanya terletak pada layanan angkutan, tetapi juga pada kepastian dan kelancaran keseluruhan proses distribusi. Melalui layanan terintegrasi, kami berupaya menghadirkan solusi logistik yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam ekosistem logistik nasional.”

Pengembangan layanan ini sejalan dengan peran strategis industri kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada April 2026 menyampaikan bahwa industri sawit berkontribusi sekitar 3,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Pada 2025, nilai ekspor sawit tercatat sekitar US$40 miliar dengan volume 38,84 juta ton. Besarnya kontribusi tersebut menegaskan pentingnya dukungan ekosistem logistik yang mampu menghubungkan sentra produksi, fasilitas pengolahan, dan titik distribusi secara efektif.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri, termasuk melalui pengembangan industri turunan kelapa sawit untuk kebutuhan pangan, industri, dan energi. Penguatan rantai pasok menjadi salah satu aspek pendukung agar distribusi bahan baku dan produk turunan dapat berjalan dengan baik. Dalam konteks tersebut, layanan pra-purna CPO KAI Logistik hadir untuk melengkapi layanan angkutan kereta api melalui integrasi proses operasional sebelum dan sesudah perjalanan kereta.

“Sebagai komoditas strategis, CPO membutuhkan dukungan rantai pasok yang terkoordinasi agar distribusinya dapat berlangsung secara efektif. Kami memandang integrasi layanan pra-purna sebagai bagian dari upaya memperluas peran kereta api dalam ekosistem logistik, sekaligus mendukung kebutuhan industri terhadap layanan yang efisien, aman, dan andal,” tambah Aniek.

Dalam implementasinya, layanan pra-purna angkutan CPO mencakup keseluruhan proses operasional, mulai dari penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, hingga proses pembongkaran. Layanan ini juga mencakup purna angkutan melalui jaringan pipanisasi dengan metode pumping di titik muat dan bongkar. Model layanan terintegrasi tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengelola rangkaian distribusi komoditas dalam satu koordinasi layanan, sehingga proses operasional dapat berlangsung lebih efisien dan terstruktur.

Untuk mendukung kelancaran operasional, layanan ini menjangkau sejumlah stasiun di Sumatera Utara, yakni Stasiun Rantau Prapat, Padang Halaban, Hengelo, Kisaran, Sei Bejangkar, Perlanaan, Tebing Tinggi, Dolok Merangir, Perbaungan, serta Sei Mangkei, dengan titik bongkar terpusat di Stasiun Belawan. Jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan titik-titik distribusi komoditas dengan layanan angkutan kereta api dalam satu rangkaian proses logistik.

Perusahaan juga telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) pencucian tangki melalui metode steaming dan cleaning untuk mendukung kebersihan tangki serta menjaga kualitas dan keamanan proses pengangkutan. Dari sisi legalitas, KAI Logistik telah memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ruang lingkup perizinan dan ketentuan yang berlaku.

Ke depan, KAI Logistik memproyeksikan layanan pra-purna CPO dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan Perusahaan dengan target 200.000 ton per tahun. Melalui pengembangan layanan pra-purna angkutan CPO, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam ekosistem logistik nasional melalui layanan yang terintegrasi, andal, dan berorientasi pada kebutuhan industri. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta berkontribusi terhadap penguatan daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi nasional.

\ Get the latest news /

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

News Feed