JAKARTA, 30 September 2026 — PT Bank Mandiri Taspen dan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal untuk meningkatkan kolaborasi sekaligus mengoptimalkan potensi ekosistem YKEP.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri jajaran manajemen Bank Mandiri Taspen dan pengurus YKEP.
Dari Bank Mandiri Taspen hadir Wakil Direktur Utama Rudi As Aturridha, Direktur Transformasi & Pengembangan Usaha Noer Fajrieansyah, Kepala Divisi Distribution Network Strategic Tiara Mayasari, Kepala Divisi Funding & Investment Product Susi Melinda Panggabean, Kepala Divisi Wholesale Funding Management Beni Harjono, Kepala Divisi Strategic Business Development Agus Syaiful Anwar, Regional CEO III Jakarta Erlinda Rusda, dan Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto.
Sementara dari YKEP hadir Ketua Pengurus Mochamad Reza Utama, Sekretaris Pengurus Kuat Budiman, S.I.P., Bendahara Pengurus Amad Sugiyono, S.E., M.M., CRGP., serta jajaran pengurus dan staf YKEP.
Dorong Sinergi dan Kerja Sama Berkelanjutan
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Rudi As Aturridha mengatakan, penandatanganan MoU bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum pertemuan dua lembaga yang memiliki semangat dan tujuan yang sama.
Bank Mandiri Taspen memiliki komitmen untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para purnabakti ASN dan TNI/Polri. Sementara itu, YKEP memiliki misi menjaga kesejahteraan prajurit, purnawirawan, dan keluarga besar TNI Angkatan Darat.
“Di sinilah titik temu kita. Yayasan hadir untuk menyejahterakan keluarga besar TNI Angkatan Darat, dan Bank Mandiri Taspen hadir untuk mendampingi mereka hingga masa purna tugas,” ujar Rudi.
Melalui kerja sama tersebut, Bank Mandiri Taspen akan menghadirkan layanan pengelolaan dana serta mendukung kegiatan yayasan secara bertahap ke unit-unit badan usaha YKEP sesuai kesepakatan bersama.
Ruang kolaborasi juga terbuka untuk pengembangan produk, program, dan layanan lainnya di masa mendatang.
Regional IV Bandung Dorong Pengembangan Potensi Ekosistem
Dalam pemetaan potensi kerja sama, salah satu fokus pengembangan berada di Regional IV Bandung, khususnya pada ekosistem pendidikan dan kesehatan di Cimahi, Jawa Barat.
Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto hadir dalam agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan mendorong pengembangan potensi ekosistem YKEP di wilayah Regional IV.
Potensi tersebut mencakup Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dan RS Gigi dan Mulut di Cimahi, Jawa Barat.
Sejumlah layanan yang telah dipetakan antara lain Giro, GSR, Virtual Account, SMARD, Kredit Pensiun, Movin, MCM, Value to Value untuk RS Gigi dan Mulut, serta QRIS.
Dari sisi bisnis, materi pemetaan mencatat potensi penerimaan SPP dari sekitar 28.000 mahasiswa aktif, dengan biaya sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta per mahasiswa setiap semester, atau sekitar Rp336 miliar.
Selain itu, terdapat potensi akuisisi bisnis lending melalui student loan bagi orang tua mahasiswa yang berjumlah sekitar 2.000 purnawirawan TNI/Polri dan ASN.
Potensi lainnya meliputi penerimaan biaya UAS sekitar Rp14 miliar, biaya UTS sekitar Rp14 miliar, pembelajaran jarak jauh sekitar Rp5 miliar hingga Rp15 miliar, serta UMKM di sekitar kampus.
Menuju Kolaborasi yang Lebih Konkret
YKEP memiliki ekosistem usaha yang cukup luas, mulai dari sektor pendidikan dan kesehatan hingga 11 badan usaha yang bergerak di berbagai bidang, seperti perhotelan, outsourcing, transportasi, pergudangan, pengadaan alat kesehatan, perkebunan, konstruksi, pariwisata, dan perdagangan umum.
Melalui keterlibatan Region IV Bandung dan koordinasi Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto, kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan sinergi, memperluas pemanfaatan layanan perbankan, serta mengoptimalkan potensi bisnis dalam ekosistem YKEP sesuai dengan kesepakatan dan tahapan kerja sama yang akan dilakukan.
Rudi berharap Nota Kesepahaman tersebut tidak berhenti sebagai sebuah dokumen, tetapi menjadi payung bagi lahirnya program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi YKEP dan seluruh keluarga besarnya.
“Semoga hari ini menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang semakin kuat, produktif, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Rudi.
MoU dengan YKEP menjadi tahapan utama yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UNJANI untuk menggarap berbagai potensi yang telah dipetakan.
Melalui sinergi tersebut, Bank Mandiri Taspen dan YKEP membuka ruang pengembangan kerja sama di bidang layanan perbankan, pendidikan, kesehatan, pembiayaan, serta aktivitas ekonomi dalam ekosistem yayasan.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






