AI Mulai Jadi Bagian dari Workflow Bisnis, Telkom AI Center Malang Perkuat Kapabilitas Digital Pelaku Usaha

Program AI Upskilling Productivity for Business & SME dorong pelaku usaha memahami dan mengimplementasikan AI secara strategis dalam workflow bisnis.

Malang, 29 Agustus 2026 – Penguatan kemampuan dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian penting dalam mendorong kesiapan bisnis menghadapi perubahan cara kerja di era digital. Melalui AI Upskilling Productivity for Business & SME, Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI Academy menghadirkan pembelajaran secara daring mengenai penerapan AI dalam workflow bisnis yang diikuti oleh lebih dari 35 peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Sesi pembelajaran dibuka oleh M. Ziaelfikar Albaba, BCL (Business and Community Lead) Telkom AI Center Malang & CEO Nortis AI Academy, yang menekankan pentingnya melihat penerapan AI dari perspektif kebutuhan bisnis. Peserta diajak memahami bahwa pemanfaatan AI tidak semata-mata dilakukan karena fear of missing out (FOMO) atau mengikuti tren teknologi, tetapi perlu dikaitkan dengan proses kerja dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan pendekatan tersebut, AI dapat diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan.

“Adopsi AI sebaiknya dimulai dari kebutuhan dan proses kerja yang ingin dioptimalkan. Dengan begitu, penggunaan AI tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar bisa memberikan dampak yang terukur bagi bisnis,” ujar M. Ziaelfikar Albaba, BCL (Business and Community Lead) Telkom AI Center Malang sekaligus CEO Nortis AI Academy.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Rachmat Anggara, Founder & CEO Qasir.id, melalui pembahasan “AI Workflow & Task Analysis”. Ia membagikan pengalaman Qasir.id dalam penerapan AI untuk mendukung operasional perusahaan, termasuk pemanfaatan AI Agent Open Claw sebagai salah satu tools dalam workflow perusahaan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai bagaimana AI dapat diterapkan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam operasional bisnis.

Sepanjang sesi pembelajaran, diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang membahas penerapan AI Agent untuk mendukung pekerjaan karyawan hingga strategi mengoptimalkan penggunaan token agar pemanfaatan AI tetap efisien. Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya tertarik memahami teknologi secara umum, tetapi juga mulai mempertimbangkan aspek implementasi dan efisiensinya dalam lingkungan kerja. Salah satu peserta juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan memiliki pembahasan yang mendalam dan mampu menjawab berbagai keraguan yang sebelumnya muncul dalam proses mempertimbangkan adopsi AI untuk bisnis.

Dalam sesi tersebut, Anggara juga menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum perusahaan mulai mengimplementasikan AI. Menurutnya, perusahaan perlu terlebih dahulu mengidentifikasi divisi, kebutuhan pekerjaan, serta tujuan yang ingin dicapai. Langkah tersebut menjadi dasar untuk menentukan bagian workflow yang memiliki potensi untuk dioptimalkan dengan AI. Setelah workflow dirancang, implementasi perlu dilakukan secara konsisten dan melalui proses testing untuk memastikan sistem dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Telkom AI Center Malang dalam memperluas akses pembelajaran dan memperkuat kapabilitas digital melalui pemanfaatan teknologi AI. Program AI Upskilling Productivity for Business & SME yang diselenggarakan Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI Academy merupakan bagian dari AI Opportunity Funding: Asia Pacific, yang diinisiasi oleh AVPN dan didukung oleh Google.org serta Asian Development Bank (ADB).

\ Get the latest news /

Artikel ini juga tayang di VRITIMES