Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Jika Day One Vietnam Wedding Week 2026 memperkenalkan empat dunia kreatif yang berbeda, hari kedua melengkapi perjalanan di runway dengan tiga perspektif lainnya tentang fashion pernikahan kontemporer.
DO LONG BRIDAL, ADAM STORE, dan LOVINE BRIDAL by Thanh Ho membawa energi yang berbeda ke The Love City, mulai dari glamour pengantin yang sensual dan menswear modern hingga interpretasi romansa yang lebih bebas dan personal.
Bersama-sama, ketiga presentasi tersebut memperluas percakapan melampaui satu gambaran tentang busana pernikahan, menuju gambaran yang lebih luas tentang individu dan kepribadian di balik sebuah perayaan.
HARI KEDUA MEMBAWA ENERGI BERBEDA KE ATAS RUNWAY
Day Two hadir dengan energi yang lebih dinamis dan penuh kontras. Setiap koleksi memiliki gaya yang berbeda, tetapi semuanya membawa sudut pandang yang jelas tentang bagaimana seorang pengantin wanita maupun pria dapat memilih untuk menampilkan dirinya di hari pernikahan.
Kepercayaan diri, tailoring, dan romansa menjadi tiga titik awal yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah program yang melanjutkan keberagaman yang telah dibangun pada Day One, sekaligus membawa narasi runway ke wilayah baru.
Ketika fashion show terakhir berakhir, keseluruhan program yang terdiri dari tujuh pertunjukan telah menghadirkan spektrum luas fashion pernikahan Vietnam kontemporer kepada para pengunjung.
DO LONG BRIDAL – PENGANTIN PERCAYA DIRI MENJADI PUSAT PERHATIAN
DO LONG BRIDAL membawa energi yang percaya diri dan teatrikal ke atas runway. Melalui siluet yang mengikuti bentuk tubuh, korsetri, serta detail embellishment yang rumit, koleksi The Prime menghadirkan sosok pengantin yang sepenuhnya sadar akan kehadirannya.
Ini adalah fashion pengantin yang dirancang untuk menarik perhatian. Sensualitas dan kecanggihan berpadu dalam bahasa visual yang polished, di mana sang pemakai tidak menghilang di balik tradisi hari pernikahan, tetapi justru mengambil alih sorotan.
Koleksi ini menambahkan satu definisi lain tentang kecantikan pengantin ke dalam The Love City: kecantikan yang dibangun melalui kepercayaan diri, keberanian untuk tampil, dan kekuatan sebuah kehadiran.
ADAM STORE – PENGANTIN PRIA MODERN MEMILIKI BAHASA FASHION-NYA SENDIRI
ADAM STORE mengalihkan fokus ke menswear dan peran pengantin pria yang terus berkembang dalam percakapan tentang fashion pernikahan.
Selama ini, pembicaraan tentang busana pernikahan lebih banyak berpusat pada gaun pengantin wanita. Padahal, menswear kontemporer juga memiliki pertanyaan tersendiri tentang potongan, kecocokan, kepribadian, tingkat formalitas, dan ekspresi diri.
Dengan membawa gaya pengantin pria ke dalam program runway, ADAM STORE menambahkan dimensi lain pada gambaran keseluruhan. Hari pernikahan adalah sebuah perayaan yang dijalani bersama, dan narasi fashion pun dapat memberi ruang bagi kedua individu untuk menentukan bagaimana mereka ingin tampil.
LOVINE BRIDAL BY THANH HO – ROMANSA DENGAN KEBEBASAN DAN KEPRIBADIAN
LOVINE BRIDAL by Thanh Ho menghadirkan nuansa emosional yang berbeda pada hari kedua. Romansa tetap menjadi pusat perhatian, tetapi didekati dengan rasa kebebasan dan individualitas yang lebih besar.
Koleksi ini memberi ruang bagi sosok pengantin yang tidak selalu ingin mengikuti formula yang telah ditentukan. Gaya personal dan ekspresi emosional menjadi bagian dari bahasa bridal, menawarkan interpretasi lain tentang seperti apa romansa kontemporer dapat hadir.
Dalam rangkaian Day Two, LOVINE menghadirkan kontras yang lebih lembut, tetapi tetap khas, terhadap kepercayaan diri DO LONG BRIDAL dan perspektif tailoring dari ADAM STORE.
KETIKA TIGA IDENTITAS PERNIKAHAN BERBEDA BERTEMU DI SATU RUNWAY
Secara bersama-sama, ketiga fashion show tersebut menciptakan keseimbangan yang menarik. Satu mengeksplorasi sensualitas dan kekuatan sebuah kehadiran. Satu menempatkan pengantin pria modern di pusat percakapan fashion. Sementara satu lainnya kembali pada romansa melalui individualitas dan ekspresi personal.
Perbedaan tersebut mencerminkan perubahan dalam cara orang memandang busana pernikahan. Kini, semakin banyak ruang bagi setiap individu untuk memilih berdasarkan siapa diri mereka, bukan semata-mata berdasarkan seperti apa tradisi mengharapkan mereka untuk tampil.
Musik dan pertunjukan langsung turut membentuk atmosfer di runway, memperkuat gagasan bahwa Bridal Fashion Show 2026 dirancang sebagai pengalaman yang imersif, bukan sekadar rangkaian presentasi yang berdiri sendiri.
MELENGKAPI TUJUH SHOW, MELENGKAPI THE LOVE CITY
Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 menempatkan fashion pengantin sebagai pusat dari sebuah perjalanan pernikahan yang lebih luas. Selama dua hari, program tujuh fashion show menjadi salah satu wujud paling nyata dari gagasan tersebut.
Mulai dari cultural storytelling dan kemewahan couture hingga sensualitas, menswear, dan romansa kontemporer, runway menunjukkan betapa beragamnya lanskap fashion pernikahan saat ini.
Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners, program ini juga menjadi bagian dari upaya komunikasi dan jangkauan industri yang lebih luas di sekitar Vietnam Wedding Week 2026.
Di penghujung Day Two, The Love City melengkapi perjalanan fashion-nya dengan satu pesan yang jelas: tidak ada satu cara tunggal untuk menjadi pengantin modern, baik perempuan maupun laki-laki. Dan cerita pernikahan yang paling menarik mungkin justru dimulai ketika ada ruang untuk menjadi berbeda.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






