Denpasar, (22/8) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menyelenggarakan pelatihan Medical First Responder (MFR) bagi para inspektor perusahaan. Kegiatan yang difasilitasi oleh IDSurvey Institute ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan tanggap darurat pegawai, khususnya dalam menghadapi situasi kedaruratan di lingkungan kerja kelautan dan perairan, yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi serta membutuhkan kemampuan respons cepat dan tepat dalam kondisi darurat.
Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Denpasar, Rusdi Palureng, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus menjawab kebutuhan operasional di lapangan.
“Pelatihan ini kami selenggarakan sebagai wujud dukungan nyata terhadap penerapan K3 di lingkungan kerja SUCOFINDO. Namun lebih dari itu, pelatihan ini kami lakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan para auditor dan inspektor kami yang bekerja di laut. Beberapa layanan SUCOFINDO ada yang berhubungan langsung dengan kelautan, seperti draught survey, kegiatan sampling air laut, maupun inspeksi bongkar muat migas dari vessel ke tangki darat. Oleh karena itu, kemampuan menolong diri sendiri maupun rekan kerja dalam kondisi darurat di perairan menjadi kompetensi yang sangat penting,” tuturnya.
Rusdi Palureng menambahkan, pelatihan ini berlangsung selama dua hari dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan. Hari pertama dilaksanakan di dalam ruangan dengan fokus pada pembekalan materi kelas, sementara hari kedua diisi dengan praktik lapangan di pangkalan sandar kapal dan alat utama Basarnas yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar. Peserta pelatihan merupakan inspektor PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar yang berasal dari Unit Pelayanan Lombok, Unit Pelayanan Benete, dan Site Celukan Bawang.
“Seluruh materi dan instruktur disiapkan oleh tim Basarnas. Materi yang diberikan mencakup pengenalan Basarnas, prosedur kedaruratan bencana alam, bantuan hidup dasar, metode pertolongan di perairan, hingga sea survival,” tambahnya.
Instruktur SAR Pande Putu Agus Virnita, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar dalam memperkuat kompetensi keselamatan kerja para pegawainya.
“Kami mengapresiasi langkah SUCOFINDO yang menempatkan keselamatan pegawai sebagai prioritas melalui pelatihan ini. Dalam kejadian darurat, penolong pertama hampir selalu adalah orang yang berada paling dekat dengan korban, bukan petugas SAR. Karena itu, semakin banyak pekerja yang memiliki keterampilan dasar pertolongan, semakin besar peluang korban tertolong. Kami terbuka untuk terus bersinergi dengan dunia usaha dalam membangun budaya keselamatan di Bali dan Nusa Tenggara,” ujarnya.
Sebagai perusahaan jasa Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat kompetensi personelnya dalam mendukung berbagai layanan kemaritiman, mulai dari draught survey, marine cargo survey, inspeksi bongkar muat migas dan komoditas, on/off hire survey, inspeksi kontainer, hingga berbagai kegiatan survei dan verifikasi di area pelabuhan dan perairan. Melalui penguatan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan darurat, perusahaan berkomitmen memastikan setiap layanan dilaksanakan secara profesional, andal, dan mengedepankan aspek keselamatan kerja di lingkungan kelautan dan perairan.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES





